Selasa, 11 Februari 2025

TAWAR HARGA

 TAWAR HARGA

Di sebuah desa di kawasan Bandung Selatan, Kang Maman telah mengelola sebuah toko kelontong kecil selama beberapa dekade. Suatu hari, sebuah supermarket perusahaan besar dibuka tepat di seberang jalan dari toko kesayangannya. Supermarket itu memasang tanda-tanda tebal yang mengiklankan harga rendah mereka, termasuk yang bertuliskan: **"Mentega – 50 ribu."**
Sebagai tanggapan, kang Maman mencoret-coret tanda dan meletakkannya di jendelanya: **"Mentega – 45 ribu "**
Keesokan harinya, supermarket itu membalas dengan tanda baru: **"Mentega –40 ribu."** Tidak mau kalah, kang Maman memperbarui tandanya keesokan paginya: **"Mentega – 35 ribu."** Salah satu pelanggan setia kang Maman, karena khawatir, berkata, “Kang Maman, bagaimana Anda bisa bertahan dengan harga-harga ini? Supermarket memiliki modal besar untuk terus menurunkan harga mereka. Toko kecil Anda tidak mungkin dapat bersaing.” Kang Maman pun berbisik, “Ah, temanku, ... saya bahkan tidak menjual mentega. ...” --koJo.-

Senin, 10 Februari 2025

Menginjak Tai Ayam

 Bolkin ketamuan dua teman SMAnya. Gayeng sekali omong² mereka.

"Tadi kok pada ketawa keras², ada apa Mas ?", tanya Menuk.
"Anu, Dek. Tadi kami ingat saat dulu bertiga iseng² ke orang pintar"
"Dukun to, Mas"
"Lha iya. Kami minta saran dan amalan agar kelak punya istri yg rupawan dan baik hati"
"Terus, kenapa pada ketawa keras² ?"
"Mbah Dukun berpesan agar pulangnya jangan sampai menginjak kotoran ayam"
"Emang kenapa, Mas ?"
"Ya, mungkin saja ada akibat tidak baik terhadap istrinya kelak. Dan kayaknya terbukti, Dek"

"Terbukti bagaimana ?"
"Istri si Mukid dan Badrun kan jelek.Sudah jelek cerewetnya minta ampun. Dulu itu, saat pulang dari rumah Mbah Dukun mereka memang menginjak telek ayam"
"Ooo gitu. Makanya kok ramai banget"
"Apakah Dek Menuk percaya takhayul tadi ?"
"Aku sih percaya, Mas. Karena dulu aku juga sering menginjak tai ayam"

Minggu, 02 Februari 2025

Santai sejenak.

Seorang ahli bedah jantung datang ke bengkel untuk mengambil mobilnya. 

Sebelumnya, ada kerusakan di mesin mobil itu. 

 Pemilik bengkel yang ahli mekanik berkata kepada dokter: "Anda sudah tahu, perbaikan mesin sangat mirip dengan operasi jantung terbuka." 

 "Bagaimana bisa begitu?" kata dokter. 

 "Mesin adalah jantung bagi mobil. Mesin memiliki injektor bahan bakar seperti pembuluh darah,
pompa oli seperti aorta, dan piston yang memompa seperti otot jantung." 

 "Oh, begitu, ya," kata dokter. 

 "Mesin akan aus dan rusak. Tanpa mesin, seluruh mobil tidak akan berfungsi. Itu sama halnya jantung dan tubuh manusia," ahli mekanik terus menjelaskan. 

 "Itu benar," ujar dokter sembari duduk di kursi pengemudi. 

 "Jadi, sebenarnya sangat tidak adil saya hanya meminta Anda membayar Rp 200 ribu untuk memperbaiki mesin mobil Anda, sementara rumah sakit mengenakan biaya Rp 200 juta untuk operasi jantung." kata si mekanik. 

 Dokter menutup pintu mobil dan menurunkan kaca jendela. "Perbandingan yang bagus. Tapi, bisakah Anda memperbaiki mesin saat mobil sedang hidup?" katanya dengan tenang lalu melajukan mobilnya.

TIGA KATA

Istri: "Sayang, hari ini berat sekali bagiku. Bisakah kau sebutkan tiga kata ajaib yang membuatku bahagia?"

 Suami: "Kamu selalu benar. ..." 

 Istri: "Bagus sekali, Ada yang lainnya? Yang juga membuatku senang?" 

 Suami: "Aku selalu salah. ...

" So sweet ... 

 --koJo.-

UANG KUSUT

Istri: “Apakah kamu pernah melihat uang lima puluh ribu yang kusut? 

Suami: “Tidak, belum pernah,” 

 Istri tersenyum, meraih dompetnyi, dan mengeluarkan uang dua puluh ribu yang kusut. 

Suaminyi tertawa. 

 Istri: “Pernah melihat uang seratus ribu yang kusut?” 

Suami: “Tidak, belum pernah, ...” 

 Dia meraih dompetnyi lagi dan mengeluarkan uang seratus ribu yang kumal. Sudah diuwel-uwel.

 Suami masih tersenyum, ingin menyenangkan hati istrinya. 

 Istri: “Sekarang, apakah kamu pernah melihat lima ratus juta yang kusut dan kumal?” 

Suami: “Tidak... Tidak mungkin! Mana ada lima ratus juta yang kusut semuanya!! ... Tidak ada itu!!!"

 Istri tersenyum manis dan menjawab, “Ada... Ada ... Sekarang, pergilah ke garasi dan periksa mobil kita di sana. Baru saja aku mencoba memasukkanya ke garasi, dan nyenggol pintunya ...” 

 --koJo.-

Sabtu, 13 Oktober 2018

Hati-Hati Menginap Di Hotel

*Hati-hati nginap di Hotel berbintang* 

Seorang wanita muda ...... menginap semalam di hotel berbintang.
Ketika check-out, ia kaget melihat bill hotel sebesar Rp. 10.000.000.

Dia protes ke Manager Hotel.                                                 
Wanita: "Saya cuma tidur 1 malam masa harus bayar Rp. 10.000.000, mana rinciannya...???".               
                                                  
Manager: "Harga itu termasuk:
Spa,
Kolam Renang,
Game,
Lapangan Tennis,
WiFi, dll...".                 
                                                                                     Wanita: "Semua itu sama sekali gak saya gunakan...!!!
Kenapa saya harus membayarnya...???"..
                                                                                                                                                         Manager: "Kami sudah sediakan, tapi kenapa tidak digunakan...???".         
                                              
Merasa ada yang gak beres, wanita itu gak mau berdebat,
lalu dia keluarkan uang Rp.100.000 saja  dan meletakkan di meja Manager Hotel.

Seraya berkata: “Saya cuma bayar Rp 100.000..!!! Dan..,
yang Rp. 9.900.000  adalah ongkos bercinta anda dengan saya semalam...!!!,  Titiik...!!!".     
                                  
Manager Hotel dengan  terbata-bata menjawab: “Saya…???!!!
Saya kan tidak bercinta dengan anda....".                                          

Wanita: "Salah sendiri...!!!
Saya sudah menyediakan diri, kenapa nggak dipake-pake...!?!?!?".😜😂😂🤣
Ha😅ha😅ha😅😅😅😅😅😅😅...

Dari pada ngomongin politik terus# 😂😂😂😂😂😂

Jumat, 12 Oktober 2018

Gudeg Jogja Nan Enak Di Singapore

*GUDEG SINGAPURA LEBIH ENAK DARI GUDEG JOGJA*

Saya makan siang (lunch) di restoran Indonesia yang sederhana di Singapura.

Saya kaget karena salah satu menu, ada masakan gudeg Yogya. Penasaran, saya pesan satu porsi. 

Setelah saya cicipi -percaya atau tidak- ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg Yogya yang asli.

Saya pun bertanya:

"Mas, apa rahasia-nya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan di tempat aslinya?"

"Oh, itu karena nangka-nya Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah kalau kami di sini memakai nangka impor," jawabnya.

"Wow.. mantab.. emang nangkanya impor dari mana?"

"Dari Yogya, Mas..."

"Wong Edan !!!!"
😆😆😆🤣🤣🤣