TAWAR HARGA
Di sebuah desa di kawasan Bandung Selatan, Kang Maman telah mengelola sebuah toko kelontong kecil selama beberapa dekade. Suatu hari, sebuah supermarket perusahaan besar dibuka tepat di seberang jalan dari toko kesayangannya. Supermarket itu memasang tanda-tanda tebal yang mengiklankan harga rendah mereka, termasuk yang bertuliskan: **"Mentega – 50 ribu."**
Sebagai tanggapan, kang Maman mencoret-coret tanda dan meletakkannya di jendelanya: **"Mentega – 45 ribu "**
Keesokan harinya, supermarket itu membalas dengan tanda baru: **"Mentega –40 ribu."**
Tidak mau kalah, kang Maman memperbarui tandanya keesokan paginya: **"Mentega – 35 ribu."**
Salah satu pelanggan setia kang Maman, karena khawatir, berkata,
“Kang Maman, bagaimana Anda bisa bertahan dengan harga-harga ini? Supermarket memiliki modal besar untuk terus menurunkan harga mereka. Toko kecil Anda tidak mungkin dapat bersaing.”
Kang Maman pun berbisik,
“Ah, temanku, ... saya bahkan tidak menjual mentega. ...”
--koJo.-